“Kamu tau film 10 Things I Hate About You ga?”
“Umm..engga. Bagus ya?”
“Drama remaja gitu sih. Di akhir cerita ada band yang pentas di atap gedung, latar belakangnya laut, keren bangetttt!!! Tapi yang lebih keren lagi, puisi yang dibacain sama tokoh utama ceweknya, so sweeeettt..”
Dion menepuk pelan kepala Nydia. Tiap hari gadis itu selalu saja membahas adegan-adegan romantis dalam film-film drama yang pernah ditontonnya. Entah sudah berapa banyak koleksi film yang dimiliki Nydia, yang pasti seluruhnya ber-genre drama. Terpaksa Dion selalu mendengarkan ocehan-ocehan imajinatif Nydia, walaupun Dion berpendapat, tidak ada satupun di antara kisah itu yang terjadi di alam nyata.
Hari ini, Dion tidak ingin mendengar roman picisan lagi. Dengan menggenapkan keberanian dari seluruh penjuru hatinya, Dion menuliskan beberapa baris kalimat di kertas putih polos, yang kemudian diselipkannya dalam dvd drama terbaru pesanan Nydia.
Nydia, Aku tidak punya kalimat puitis seperti dialog film-film romansa. Tapi aku janji, cerita masa lajangmu akan berakhir bahagia. Mungkin ada sekuel, yang nanti menguji rumah tangga kita. Tapi aku yakin, kita akan mampu menghadapinya bersama. Jadi, menikahlah denganku… -Dion
Nydia membaca tulisan tangan Dion di atas kertas putih polos itu. Dia tertegun sejenak, lalu berlari menuju Dion yang sedang memilih surat kabar baru di penjual kaki lima.
“Dion! Kamu tau puisi yang terselip di dvd-ku barusan?”
“Oh..itu..mmm..”
“Itu lebih indah dari dialog semua drama yang pernah kutonton!”
Dion dan Nydia saling tersenyum penuh arti, tidak sadar akan abang penjual koran di dekat mereka yang memandangi keduanya dengan bingung.

Inspired by My Favorite Teen-Drama-Comedy-Movie : 10 Things I Hate About You (Picture : Courtesy of Wikipedia)



