Dahulu kala, dalam sebuah rumah kaca di desa Toiletries. Hiduplah satu tabung Odol berwarna biru. Dia sangat pelit, tidak mau gel putih miliknya berkurang barang satu senti-pun.
“Hai Kenari, aku bosan. Apakah kau mengenal seseorang yang bisa kuajak bermain?” tanya Odol, pada burung berbulu kuning yang sedang bernyanyi riang di pucuk pohon konifer, yang tumbuh di samping rumahnya.
“Ya, aku pernah melihat seseorang. Berjalanlah ke arah barat melalui hutan pinus, nanti kau akan menemukannya. Rumahnya sangat besar, dan banyak sekali mainan di dalamnya.” jawab Kenari, lalu melanjutkan nyanyiannya.
“Baiklah. Tolong jaga rumahku selama aku pergi.” pesan Odol pada Kenari.
Odol berjalan ke arah barat, menelusuri hutan pinus yang hijau. Sesampai di ujung hutan itu, Odol melihat sebuah rumah besar.
“Tidak, ini bukan besar. Ini rumah raksasa!” ucap Odol takjub.
Odol merasa takut, tapi rasa penasarannya jauh lebih besar. Ia berjalan mengendap-endap ke arah rumah itu, memanjat menuju jendela yang terbuka, melompat masuk dan mendarat di atas meja makan.
“Uwoww!!!” pekik Odol, matanya membelalak melihat semua makhluk yang ada di situ.
“Hai, siapa kau?” sapa Garpu.
“Aku Odol, aku datang dari desa Toiletries di seberang hutan.” jawab Odol seraya membetulkan tutup tabungnya. “Tempat apa ini?” sambung Odol, matanya berkeliling menyisir tiap sudut ruangan.
“Ini desa Cuttlery.” jawab Pisau, merasa terancam dengan kehadiran Odol yang mendadak menjadi pusat perhatian.
“Hei tunggu, Sikat Gigi, bukankah kau juga berasal dari desa Toiletries?” teriak Sendok ke arah wastafel.
Sikat Gigi terbangun mendengar namanya dipanggil, ia mengerutkan bulu-bulu putihnya dan menjawab malas “Ada apa Sendok?”.
“Lihat ini, Sikat Gigi, Odol datang dari desa yang sama denganmu.” jelas Sendok bersemangat.
Sikat Gigi berdiri, lalu melompat lincah ke atas meja makan.
“Hai, aku belum pernah melihatmu di desaku.” ucap Odol gugup.
“Aku juga. Itu pasti karena Manusia langsung membawaku ke rumah ini setelah selesai memolesku di desa Toiletries.” kata Sikat Gigi.
“Manusia?” tanya Odol bingung.
“Ya, raksasa yang menghuni rumah ini.” jelas Sikat Gigi.
“Kau pasti menyukainya.” sambung Sikat Gigi. “Dia merawat kami semua agar selalu bersih dan rapi.”
Tepat saat Sikat Gigi selesai mengucapkan itu, sesosok raksasa masuk ke dalam ruangan. Sesaat kemudian dia langsung menyadari keberadaan Odol di atas meja.
“Wah, sudah lama sekali aku membutuhkan ini.” ucapnya gembira, menyambar Odol dengan tangan kirinya seraya mengambil Sikat Gigi dengan tangan kanannya, lalu berjalan ke arah wastafel. Manusia itu mulai membuka tutup tabung Odol, mengoleskan gel putih Odol di sepanjang bulu Sikat Gigi, lalu menggosokannya ke permukaan keras benda-benda putih di bagian dirinya yang mengeluarkan suara saat ia berbicara.
Odol terpaku menyaksikan gel putihnya berkurang, tapi anehnya dia tidak protes. “Sepertinya aku jatuh cinta pada desa ini.” batin Odol, tersenyum ke arah Sikat Gigi. Sejak saat itu, Odol tinggal dalam rumah Manusia bersama Sikat Gigi, serta seluruh penghuni desa Cuttlery.
-Tamat-
-






Posted by blossomandbatman on 26 January 2012 at 11:12 pm
lucuuuuuu ^^
Posted by firglobe on 27 January 2012 at 8:41 am
wuaaa seneng deh ada yg suka dongeng maksa ini.. *terharu