Tentangmu yang Selalu Manis

Udara pagi menyesak masuk melalui hidung Tobi, menuju paru-parunya, kemudian mengalir memenuhi kepalanya. Segar sekali, menghilangkan kepenatannya seketika. Tobi berlari dengan kecepatan sedang mengitari padang rumput yang salah satu sisinya berbatasan dengan langsung dengan laut. Tak hanya indra penciumannya, saat ini indra penglihatannya pun dimanjakan. Terlebih dengan pemandangan riangnya anak-anak kecil yang bermain bersama di rerumputan, menunggu orang tua mereka selesai lari pagi.

Tobi berbelok ke arah dermaga. Seorang pria berusia 40-an yang mengenakan t-shirt dan celana pendek sudah menunggunya di situ.

“Kau yakin, ingin melakukan ini?” tanya pria itu setelah Tobi berdiri bersebelahan dengannya, menghadap ke arah laut.

“Ya. Pastikan saja wanita itu hancur perlahan-lahan hingga ke titik nadirnya.” ucap Tobi datar, namun matanya memancarkan secercah luka lama.

****

“Nona, apa komentarmu soal kasus berlian itu?” tanya seorang wartawan, yang sudah membuntuti dan memotretnya sejak Sarah keluar dari pintu gedung apartemennya. Belasan pertanyaan yang sama juga dilontarkan oleh wartawan-wartawan lain yang mengelilinginya begitu sesak. Belum lagi kilatan blitz foto dan sorot lampu kamera, membuat Sarah semakin sulit bernapas.

Sarah tidak mengeluarkan sepatah katapun, ia mempercepat langkahnya memasuki pintu gedung pengadilan. Raut kecewa tampak di wajah para wartawan setelah sosok Sarah menghilang di balik pintu.

-

weheartit by kaitlinmonroe

-

Sarah terhenyak di kursi yang didudukinya sejak setengah jam lalu, demi mendengar vonis yang dijatuhkan hakim untuknya. Dia tidak siap dengan keadaan yang berbalik 180⁰ hanya dalam hitungan hari. Seluruh sel tubuhnya memberontak, tapi saat ini, bintang jatuh sekalipun tidak dapat mengubah kesialan yang menimpanya.

Di sisi lain kota, Tobi tersenyum puas mendengar berita tentang putusan pengadilan atas Sarah. Pria yang ditemuinya di dermaga tempo hari sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Tobi menutup telepon, lalu mengambil remote control dan menyalakan televisi. “Revenge is always sweet, baby..” bisik Tobi, menikmati sisa hari dengan penuh kemenangan.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 126 other followers