Sofia mendengarkan penjelasan pemandu wisata dengan antusias. Ini pertama kalinya ia mengunjungi planetarium yang dari luar berbentuk seperti mata raksasa.
“Hai, kau dari negara mana?” sapa pengunjung yang berdiri di sebelah Sofia, memecah konsentrasinya.
“Aku dari Indonesia. Kau dari mana?” balas Sofia ramah.
“Aku dari Brazil. Boleh kufoto?” tanya lelaki berparas hispanik itu, seraya mengangkat kamera yang tergantung di lehernya.
“Foto? Untuk apa?” kata Sofia bingung.
“Untuk blog perjalananku.” ucap lelaki itu dengan senyum mengembang.
“Oh, oke..” kata Sofia ragu, tapi tak tega untuk menolak.
Beberapa kali jepret dengan pose yang berbeda, lalu ‘sesi pemotretan’ terhenti karena pemandu meminta seluruh peserta rombongan tur untuk memasuki ruang IMAX.
Sofia sangat terpukau dengan pertunjukan 3D bersuara menggelegar yang ditayangkan dalam ruang IMAX, matanya tak sedetikpun beralih dari layar. Sofia bahkan tidak menyadari, lelaki Brazil yang duduk satu deret lebih rendah di bawahnya asyik memotret Sofia berkali-kali, dengan mengatur ISO tinggi pada kameranya.
-
-
Sofia sedang bersantai di kamarnya, saat pembantunya mengetuk pintu.
“Non Sofia, ada paket buat Non.” kata wanita paruh baya itu memberikan bingkisan seukuran buku tulis tebal pada Sofia.
Sofia mengernyit, sembari membaca alamat pengirim yang tercantum. Bingkisan itu dari Davi. Sosok berwajah hispanik yang ia temui dalam tur terakhirnya, berkelebat di benak Sofia. Sebelum berpisah di bandara, peserta rombongan tur memang saling bertukar alamat, tapi Sofia tak mengira bahwa akan ada yang benar-benar menggunakan daftar alamat itu untuk mengirimkan sesuatu.
Sofia membuka kertas pembungkusnya perlahan, seolah tak ingin merusak kertas bermotif cantik itu. Isinya tidak membuat Sofia terkejut, hanya sebuah photobook berwarna dasar hitam dengan desain digital, walau sebagian foto candid di dalamnya membuat Sofia berdecak kagum. Begitu pula dengan kata-kata pada halaman terakhir photobook itu : “Senyum, untukmu yang lucu!”, yang tercetak di atas foto close up Sofia, masih tidak mengejutkan Sofia. Hal yang mengejutkan Sofia adalah kata-kata yang tercetak di atas foto close-up Davi, tepat bawah foto close-up Sofia : “Senyum, dariku kakak tirimu.”





