Inilah Aku, Tanpamu.

 
freepicturesweb

-

Inilah aku, tanpamu.

Setumpuk buku, dan satu cangkir. Harusnya, ada dua (cangkir) ya?

Sejumput kenangan, akan nyanyian dari ujung telepon sana. Kau masih ingat, kenapa kau menciptakan lagu itu?

Seuntai tanya, tentang cerita dalam majalah. Kenapa akhir kisah kita, tak sama dengan yang kau tulis itu?

Ya, salahkan jarak. Atau waktu yang tidak tepat.

Tapi lihat, profesimu sekarang. Apa kau bisa merasakan, arti jarak dan waktu?

- -

Inilah aku, tanpamu.

Segenggam harap, ada yang menaruh cangkir lain di mejaku. Kau tahu, meja ini terlalu sepi.

Setangkup mimpi, dapat berbahagia sepertimu. Kau tahu, senyummu sungguh membuatku iri.

Sekeranjang semangat, untuk menata kembali hidupku. Namun entahlah, aku masih saja menulis tentangmu di sini.

Ya, aku menyedihkan. Tidak beranjak menghampiri kenyataan.

Tapi tunggu, sebentar lagi. Apa kau bersedia datang, ke pesta pernikahanku?

Advertisement

2 responses to this post.

  1. eh, ternyata ga jadi galau ya? :p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 126 other followers